Rabu, 08 Mei 2013

Berpikir yang Cerdik

Berpikir yang Cerdik

"Meskipun anda/aku bukanlah seorang jenius, anda/aku dapat
mengunakan strategi yang sama seperti yang
digunakan Aristotle dan Einstein untuk memanfaatkan
kreatifitas berpikir anda dan mengatur masa depan
anda lebih baik." Kedelapan statregi berikut ini dapat mendorong cara
berpikir anda lebih produktif daripada reproduktif
untuk memecahkan masalah-masalah. "Strategi-strategi
ini pada umumnya ditemui pada gaya berpikir bagi
orang-orang yang jenius dan kreatif di ilmu
pengetahuan, kesenian, dan industri-industri sepajang sejarah." 1. Lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang
berbeda dan cari perspektif baru yang belum pernah
dipakai oleh orang lain (atau belum diterbitkan!) Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk menambah
pengetahuan tentang suatu masalah dimulai dengan
mempelajari cara menyusun ulang masalah tersebut
dengan berbagai cara yang berbeda. Ia merasa bahwa
pertama kali melihat masalah itu terlalu prubasangka.
Seringkali, masalah itu dapat disusun ulang dan menjadi suatu masalah yang baru. 2. Bayangkan! Ketika Einstein memikirkan suatu masalah, ia selalu
menemukan bahwa perlu untuk merumuskan
persoalannya dalam berbagai cara yang berbeda-beda
yang masuk akal, termasuk menggunakan diagram-
diagram. Ia membayangkan solusi-solusinya dan yakin
bahwa kata-kata dan angka-angka tidak memegang peran penting dalam proses berpikirnya. 3. Hasilkan! Karakteristik anak jenius yang
membedakan adalah produktivitas. Thomas Edison memegang 1.093 paten. Dia memberikan
jaminan produktivitas dengan memberikan ide-ide
pada diri sendiri dan asistennya. Dalam studi dari 2.036
ilmuwan sepanjang sejarah, Dekan Keith Simonton, dari
University of California di Davis, menemukan bahwa
ilmuwan-ilmuwan yang dihormati tidak hanya menciptakan banyak karya-karya terkenal, tapi
banyak yang buruk. Mereka tidak takut gagal, atau
membuat kesalahan besar untuk meraih hasil yang
hebat. 4. Buat kombinasi-kombinasi baru. Kombinasikan, and
kombinasikan ulang, ide-ide, bayangan-bayangan, and
pikiran-pikiran ke dalam kombinasi yang berbeda, tidak
peduli akan keanehan atau ketidakwajaran. Keturunan hukum-hukum yang menjadi dasar ilmu
genetika modern berasal dari pendeta Austria, Grego
Mendel, yang mengkombinasikan matematika dan
biologi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru. 5. Bentuklah hubungan-hubungan; buatlah hubungan
antara peroalan-persoalan yang berbeda Da Vinci menemukan hubungan antara suara bel dan
sebuah batu yang jatuh ke dalam air. Hal ini
memungkinkan Da Vinci untuk membuat hubungan
bahwa suara mengalir melalui gelombang-gelombang.
Samuel Morse menciptakan stasiun-stasiun
penghubung untuk tanda-tanda telegraf ketika memperhatikan stasiun-stasiun penghubung untuk
kuda-kuda. 6. Berpikir secara berlawanan. Ahli ilmu fisika Niels Bohr percaya bahwa jika
andamemegang pertentangan secara bersamaan,
kemudian anda menyingkirkan pikiran anda dan akal
anda bergerak menuju tingkatan yang baru.
Kemampuannya untuk membayangkan secara
bersamaan mengenai suatu partikel dan suatu gelombang mengarah pada konsepsinya tentang
prinsip saling melengkapi. Dengan menyingkirkan
pikiran (logis) dapat memungkinkan akal anda untuk
menciptakan sesuatu yang baru. 7. Berpikir secara metafor. Aristotle menganggap metafora sebagai tanda yang
jenius, dan percaya bahwa individual yang memiliki
kapasitas untuk menerima persamaan antara dua
keberadaan yang berbeda dan menghubungkannya
adalah individual yang punya bakat kusus. 8. Persiapkan diri anda untuk menghadapi kesempatan. Bilamana kita mencoba sesuatu dan gagal, kita
akhirnya mengerjakan sesuatu yang lain. Hal ini adalah
prinsip pertama dari kekreatifan. Kegagalan dapat
menjadi produktif hanya jika kita tidak terfokus pada
satu hal sebagai suatu hasil yang tidak produktif.
Sebaliknya, menganalisa proses, komponen-kompnen dan bagaimana anda dapat mengubahnya untuk
memperoleh hasil yang lain. Jangan bertanya, ?
Mengapa saya gagal?? melainkan ?Apa yang telah saya
lakukan??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar